Tak terasa pembangunan yang sangat pesat diabad 20 ini berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Sejalan dengan pertambahan laju penduduk membuat kebutuhan semakin meningkat. Sehingga pembukaan lahan penduduk dengan pengubahan hutan-hutan alam menjadi hunian pendudukpun meningkat. Kemajuan teknologi khususnya dalam bidang transportasi semakin pesat.
Ya dengan berkurangnya hutan-hutan kita tingginya pencemaran baik dari industri-industri, transportasi, dan juga limbah rumah tangga membuat bumi kita terasa semakin panas. Data-data yang ada memang menunjukkan bahwa bumi terus mengalami kenaikan suhu dari tahun ke tahun yang sangat mengawatirkan. Hal ini terkait langsung denganisu global yang semakin marak dibicarakan yaitu global warming(pemanasan global.
Secara singkat pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh International Panel on Climate Change(IPPC) penyebab pemanasan global ini adalah meningkatnya gas rumah kaca.
Apa itu gas rumah kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup.
Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC) adalah kontribusi terbesar penyebab terjadinya pemanasan global.
Taukah anda Industri yang paling banyak menyumbang penyebab pemanasan global?
Ya dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock's Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Emisi gas rumah kaca industri peternakan meliputi 9 % karbon dioksida, 37% gas metana (efek pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2), 65 % nitro oksida (efek pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2), serta 64% amonia penyebab hujan asam. Peternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak. Peternakan juga penyebab dari 80% penggundulan Hutan Amazon.
Maka dari itu marilah kita semua merawat lingkungan kita. Dari hal-hal kecil marilah kita kurangi penggunaan sarana sehari-hari yang banyak meninbulkan pencemaran.Mengurangi limbah-limbah rumah tangga. Melakukan penghijauan agar bumi kita ini bisa lebih baik lagi.
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan komentar jika artikel ini bermanfaat dan maaf komentar yang macam - macam saya hapus