Bencana yang menimbulkan banyak korban baik jiwa maupun harta benda, ratusan orang meninggal, ribuan orang mengungsi, ternak-ternak mati terpanggang awan panas, rumah-rumah hancur disapu awan panas. Hujan abu diberbagai wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah membuat lumpuhnya aktivitas warga. Tapi kini semua mulai bangkit berbenah diri dan sedikit demi sedikit menghapus duka yang dirasakan oleh warga yang terkena musibah.
Namun taukah kita bahwa dibalik semua musibah itu masih ada dampak positif yang bisa dimanfaatkan oleh warga. Ya, material yang dikeluarkan oleh merapi bisa dimanfaatkan oleh warga. Vulkanik/tanah gunung berapi adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi dari letusan gunung berapi yang subur mengandung unsur hara yang tinggi.
Vulkanik yang dijumpai di sekitar lereng gunung merapi umumnya dicirikan oleh kandungan mineral liat allophan yang tinggi.
Allophan adalah Aluminosilikat amorf yang dengan bahan organik dapat membentuk ikatan kompleks.
Sifat-sifat tanah allophan adalah sebagai berikut:
1. Profil tanahnya dalam.
2. Lapisan atas maupun permukaannya gembur serta berwarna hitam.
3. Lapisan subsoil berwarna kecoklatan dan terasa licin bila digosok diantara jari-jari.
4. Bulk densitynya sangat rendah (< 0, 85).
5. Daya tahan terhadap air tinggi.
6. Perkembangan struktur tanah baik.
7. Daya lekat maupun plastisitasnya tidak ada bila lembab.
8. Sukar dibasahi kembali bila sudah kering serta dapat mengapung di atas permukaan air.
Mineralogi tanah yang berasal dari gunung Merapi dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:
1. Mineral skeletal yang berasal dari mineral primer (mineral pasir dan debu) serta agregat mikro kristalin.
2. Fragment yang semuanya berasal dari bahan induk, mineral liat dan liat amorf.
Mineral skeletal terdiri atas:
a. Pasir atau debu yang masing-masing butir merupakan satu macam mineral primer.
b. Agregat mikro kristalin yang terdiri atas abu vulkan (campuran berbagai mineral primer)
c. Chert (silica mikrokristalin).
Fragmen merupakan pecahan batuan dalam ukuran pasir maupun debu yang terdiri dari berbagai macam mineral primer.
Fragmen dalam bentuk mineral liat dan liat amorf terdiri atas:
a. Layer aluminium silicate clay (liat aluminium silikat berkisi/berlapis).
b. Hydrous iron oxide yang merupakan hidroksida Fe serta gibbist yang berupa hidroksida dari Al pada tanah-tanah dengan pelapukan lanjut.
c. Allophan yang merupakan alluminosilicate amorph pada tanah dari abu vulkanik di daerah humid.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sudaryo Dan Sutjipto (2009) di tujuh daerah lokasi sekitar Gunung Merapi yaitu:
Lokasi 1. Sungai Kaligendol, Kaliadem, kelurahan Kepuharjo, Cangkringan.
Lokasi 2. Sungai Kaligendol, Jambu, kelurahan Kepuharjo, Cangkringan.
Lokasi 3. Sungai Kaligendol, Kinahrejo, kelurahan Umbulharjo, Cangkringan.
Lokasi 4. Sungai Kaligendol, Manggong, kelurahan Kepuharjo, Cangkringan.
Lokasi 5. Sungai Kaligendol, Kopeng, kelurahan Kepuharjo, Cangkringan.
Lokasi 6. Hulu sungai Kaliopak, Ngrangkah, kelurahan Umbulharjo, Cangkringan.
Lokasi 7. Sungai Kalikuning, Grogol, kelurahan Umbulharjo, Cangkringan, kabupaten Sleman, provinsi Yogyakarta.
Menghasilkan bahwa:
1. Tanah vulkanik yang berasal dari lokasi sepanjang sungai Kaliadem, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta mengandung unsur logam Al, Mg, Si dan Fe.
2. Distribusi kandungan unsur logam yang tersebar didalam tanah vulkanik untuk Al berkisar antara: (1,8 – 5,9 %); Mg (1 – 2,4 %); Si (2,6 – 28 %) dan Fe (1,4 – 9,3 %). Berdasarkan Uji Komposisi Kimia Tanah Abu Vulkanik Gunung Merapi Yogyakarta yang dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL), 1994 Yogyakarta menunjukkan bahwa: SiO2 (54.56 %), Al2O3 (18.37 %), Fe2O3 (18.59 %), CaO (8.33 %), MgO (2.45 %), Na2O (3.62 %), K2O (2.32 %), MnO (0.17 %), TiO2 (0.92 %), P2O5 (0.32 %), H2O (0.11 %), HD (0.2 %).
Apabila diamati terutama pada uji komposisi kimia Abu Vulkanik Gunung Merapi bahwa Vulkanik Gunung Merapi memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai material keramik berbasis Alumino Silicate. Pemanfaatan Abu Vulkanik Gunung Merapi ini dapat dilakukan apabila tersedianya vulkanik yang sangat melimpah dan sudah menjadi barang limbah limbah dan mengganggu karena Abu Vulkanik sangat baik untuk dipergunakan sebagai media bercocok tanam.
Sumber : http://m-amin.com/2010/11/19/abu-vulkanik-gunung-merapi-berpotensi-sebagai-material-keramik/
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan komentar jika artikel ini bermanfaat dan maaf komentar yang macam - macam saya hapus